Lintang Selatan Blog

Entries from September 2008

Hari terakhir Ramadhan

September 29, 2008 · Leave a Comment

Sedikit renungan di akhir ramadhan. Sudah sejauh mana target ibadah dibulan suci ini?

  1. Sholat wajib, apakah sudah penuh? Dikerjakan sendiri atau berjama’ah?
  2. Puasa, apakah sudah sesuai kadar kualitasnya, masuk katagori mana? Biasa, Sedang atau Khos?
  3. Tilawah al Qur’an. Apakah sudah selesai mencapai target minimal sekali khatam?
  4. Amal Jariah. Apakah tiap hari berinfak?

Saudara sekalian, bagaimana dengan target anda? Berbagilah tips supaya tambah istiqomah….

Categories: PRibadi
Tagged:

Lebaran Buat PNS

September 27, 2008 · Leave a Comment

PNS di daerah Kebumen kali ini tidak mendapatkan THR. Dan sepertinya tidak hanya kebumen saja banyak kabupaten kota yang tidak mendapatkan juga. Memang tahun kemaren mendapat THR walaupun cuma 100rb mayanlah bwt nambah-nambah uang saku ponakan-ponakan. Tapi bener-bener tahun ini ga ada sedikitpun dana dari pemda. Sekolah yang tahun kemaren ngasih bingkisan pun tahun ini sepi-sepi saja. Alhamdulillahnya masih ngasih dana 100rban untuk semua pegawai tanpa dibeda-bedain status dan golongannya.

Aku sih bersyukur selalu, sebab kuhitung-hitung bulan september ini pendapatan (kas masuk) hampir 4 juta. Ya ini karena banyak dana cair dibulan ini. Pertama gaji september tentu saja,  lanjut rapel 20% PNS ku selama 5 bulan, ditambah lagi rapel fungsional 3 bulan tahun 2007 dan lain-lain seperti tabungan SHR, dana kegiatan sekolah. Memang aku banyak terlibat di kepanitiaan walaupun ga jadi pejabat atau orang penting tapi lumayan seringlah. Jadi ya dikit-dikit tambahan menjadi bukit juga :)

Sekarang kalau dihitung sebenarnya sudah masuk nishab belum ya? Soale pengen latihan mbayar zakat profesi. Tapi kalo dari gaji rutin si jelas belom masuk, jadi jatuhnya tetep sedekah doank.

Categories: Pegawai
Tagged: ,

Selamat Datang di Negeri Tanpa Pornografi

September 19, 2008 · 1 Comment

Pekan ini, menjelang sepuluh akhir bulan suci Ramadhan, banyak kisah..

Pekan ini, menjelang sepuluh akhir bulan suci Ramadhan, banyak kisah yang membuat diri terasa ingin mencebur mengikuti arus. Namun terkadang tak kuasa kaki ini melangkah. Ya… akhir September 2008 nanti tepatnya tanggal 23, RUU Pornografi bakal disahkan oleh DPR-RI, meski agak sedikit lebih alot, harapan besar bakal digapai. Betapa tidak, sudah ada 8 fraksi yang mendukung RUU ini.

(more…)

Categories: Artikel BaCaAn!

Agenda Selamatkan Indonesia (Bag.8)

September 8, 2008 · Leave a Comment

Jadi pejabat kini menjadi lahan profesi baru, di mana partai politik menjadi kendaraan yang efektif untuk itu. Banyak pengangguran intelektual—orang-orang lulusan perguruan tinggi namun miskin kreativitas—yang melirik lahan profesi baru ini.

Rezim Orde Baru Jenderal Suharto berkuasa di atas genangan darah jutaan rakyatnya sendiri yang dibantai tanpa ampun selama periode pekan ketiga Oktober 1965 hingga awal 1966. Pada bulan November 1967, atas suruhan Suharto, tim ekonominya telah menggadaikan sebagian besar kekayaan alam negeri ini di atas meja sejumlah korporasi multi nasional untuk disantap sesukanya. Sebagai imbalannya, para birokrat negeri ini, para pejabat yang berada di sekitar Suharto, bisa hidup dengan penuh kemewahan atas usahanya menjual negara ini.

(more…)

Categories: Artikel BaCaAn!

Agenda Selamatkan Indonesia (Bag.7)

September 7, 2008 · Leave a Comment

Di republik ini memang aneh. Banyak bank-bank yang bangkrut, tapi para bankir bisa tetap hidup supermewah, bebas berkeliaran berpesta-ria, bagai kaum jetset kelas dunia. Sedang pemerintah menalangi utang raksasa mereka dengan uang rakyat.

Periode keempat, karena tidak mampu keluar dari krisis, akhirnya pada tahun 1998 Soeharto menyerahkan penyelesaian krisis ekonomi kepada Dana Moneter Internasional (IMF). Di depan ‘dokter’ IMF, terbongkarlah borok-borok perekonomian Indonesia yang selama ini ditutup-tutupi. Ternyata pemerintah punya utang luar negeri sebesar 60 miliar dolar. Ironisnya, para konglomerat Indonesia punya utang di luar negeri yang lebih besar dari pemerintahnya sendiri, yaitu sebesar 75 miliar dolar!

(more…)

Categories: Artikel BaCaAn!

Agenda Selamatkan Indonesia (Bag.6)

September 6, 2008 · Leave a Comment

Hanya Indonesia di bawah Soeharto yang berani—atau tolol?—menempuh jalan ini. Hal tersebut bisa jadi sangat terkait dengan Bail-out game scenario yang sudah dicanangkan berpuluh tahun lalu oleh para bankir Yahudi terhadap Indonesia.

Setelah KLBI, maka dalam periode kedua yang terjadi selama 1988-1996, penjarahan uang rakyat oleh perbankan swasta yang direstui oleh pemerintahannya Suharto kembali terjadi dengan kebijakan Pakto 88.

(more…)

Categories: Artikel BaCaAn!

Secret Samsung Codes

September 6, 2008 · Leave a Comment

Software Version:

*#0837#

Display Contrast:

*#0523#

Battery Info:

*#0228#

Categories: Handphone
Tagged: ,

Agenda Selamatkan Indonesia (Bag.5)

September 5, 2008 · Leave a Comment

Bung Karno berusaha membangun bangsa ini dengan kemandirian secara ekonomi dan politik, namun oleh Suharto prinsip tersebut diganti dengan ketergantungan dan penjajahan ekonomi dan politik oleh asing terhadap bangsanya sendiri.

Sejak diobralnya kekayaan alam Nusantara oleh para ekonomnya Suharto kepada berbagai korporasi asing di Swiss tahun 1967 tersebut, yang mana undang-undang tentang usaha penanaman modal dan sebagainya juga dirumuskan di sana sesuai kehendak dari pihak asing, maka sejatinya negeri kaya raya ini telah kembali ke alam penjajahan.

(more…)

Categories: Artikel BaCaAn!

Agenda Selamatkan Indonesia (Bag.4)

September 4, 2008 · Leave a Comment

Mereka sampai kini masih bisa menikmati kekayaannya. Bahkan di era reformasi pun mereka selamat, karena tokoh-tokoh muda yang katanya reformis pun ternyata sudi bersahabat dengan mereka ketimbang menyeret mereka ke muka hukum.

Pertemuan antara para ekonom suruhan Jenderal Suharto dengan para CEO korporasi multinasional di Swiss, Nopember 1967, membahas satu agenda sangat penting: penjajahan ekonomi dan politik Indonesia oleh Barat (baca: Yahudi). Indonesia diwakili Mafia Berkeley generasi pertama, juga Hamengkubuwono IX dan Adam Malik. Sedangkan para pengusaha multinasional antara lain adalah David Rockefeller.

Dr. Brad Sampson, saat meraih PhD dari Northwestern University AS menyusuri pertemuan ini dengan promotornya, seorang Indonesianis kritis bernama Prof. Jeffrey Winters. John Pilger dalam bukunya “The New Rules of the World” mengutip hasil penelitian Sampson tersebut. Inilah sebagian kutipannya:

“Dalam bulan November 1967, menyusul tertangkapnya ‘hadiah terbesar’ (istilah pemerintah AS untuk Indonesia setelah Bung Karno jatuh dan digantikan oleh Soeharto), maka hasil tangkapannya itu dibagi-bagi. The Time Life Corporation mensponsori konferensi istimewa di Jenewa, Swiss, yang dalam waktu tiga hari membahas strategi perampokan kekayaan alam Indonesia.

Para pesertanya terdiri dari seluruh kapitalis yang paling berpengaruh di dunia, orang-orang seperti David Rockefeller. Semua raksasa korporasi Barat diwakili perusahaan-perusahaan minyak dan bank, General Motors, Imperial Chemical Industries, British Leyland, British American Tobacco, American Express, Siemens, Goodyear, The International Paper Corporation, US Steel, ICI, Leman Brothers, Asian Development Bank, Chase Manhattan, dan sebagainya.”

Di seberang meja, duduk orang-orang Soeharto yang oleh Rockefeller dan pengusaha-pengusaha Yahudi lainnya disebut sebagai ‘ekonom-ekonom Indonesia yang korup’.

“Di Jenewa, Tim Indonesia terkenal dengan sebutan ‘The Berkeley Mafia’ karena beberapa di antaranya pernah menikmati beasiswa dari pemerintah Amerika Serikat untuk belajar di Universitas California di Berkeley. Mereka datang sebagai pengemis yang menyuarakan hal-hal yang diinginkan oleh para majikannya yang hadir. Menyodorkan butir-butir yang dijual dari negara dan bangsanya. Tim Ekonomi Indonesia menawarkan: tenaga buruh yang banyak dan murah, cadangan dan sumber daya alam yang melimpah, dan pasar yang besar.”

“Pada hari kedua, ekonomi Indonesia telah dibagi sektor demi sektor.” Prof. Jeffrey Winters menyebutnya, “Ini dilakukan dengan cara yang amat spektakuler.”

Jeffrey Winters melanjutkan, “Mereka membaginya dalam lima seksi: pertambangan di satu kamar, jasa-jasa di kamar lain, industri ringan di kamar satunya, perbankan dan keuangan di kamar yang lain lagi; yang dilakukan oleh Chase Manhattan duduk dengan sebuah delegasi yang mendiktekan kebijakan-kebijakan yang dapat diterima oleh mereka dan para investor lainnya. Kita saksikan para pemimpin korporasi besar ini berkeliling dari satu meja ke meja lainnya, mengatakan, ‘Ini yang kami inginkan, itu yang kami inginkan, ini, ini, dan ini.’ Dan mereka pada dasarnya merancang infrastruktur hukum untuk berinvestasi. Tentunya produk hukum yang sangat menguntungkan mereka. Saya tidak pernah mendengar situasi seperti itu sebelumnya, di mana modal global duduk dengan wakil dari negara yang diasumsikan sebagai negara berdaulat dan merancang persyaratan buat masuknya investasi mereka ke dalam negaranya sendiri.”

Freeport mendapatkan gunung tembaga di Papua Barat (Henry Kissinger, pengusaha Yahudi AS, duduk dalam Dewan Komisaris). Sebuah konsorsium Eropa mendapatkan Nikel di Papua Barat. Raksasa Alcoa mendapat bagian terbesar dari bauksit Indonesia. Sekelompok perusahaan Amerika, Jepang, dan Perancis berhak menebangi hutan-hutan tropis di Kalimantan, Sumatera, dan Papua Barat.

Sebuah undang-undang tentang penanaman modal asing yang dengan terburu-buru disodorkan kepada Presiden Soeharto membuat perampokan negara yang direstui pemerintah itu bebas pajak untuk lima tahun lamanya (UU PMA Nomor 1/1967). Selama itu pula rakyat terus menerus dibohongi dengan idiom-idiom bagus tentang pembangunan, Pancasila, dan trickle down effect dan sebagainya namun pada kenyataannya terjadi pemiskinan rakyat banyak secara sistematis.

Elit kekuasaan menjadi satu kelas tersendiri yang hidup dalam kelimpahan dan kemewahan, hasil dari tetesan dollar yang berasal perampokan besar-besaran atas kekayaan alam bangsa ini. Mereka inilah cikal bakal kelas elit Indonesia yang terpusat pada Keluarga Cendana, yang sampai sekarang ini masih bisa menikmati kekayaannya dan bahkan di era reformasi saat ini tetap selamat, karena tokoh-tokoh muda yang mulai berkuasa di era reformasi ini ternyata sudi menjadi sahabat kroni-kroni Suharto tersebut ketimbang menyeret mereka ke muka pengadilan yang sesungguhnya.

Nyata tapi secara rahasia, kendali ekonomi Indonesia sesungguhnya telah pergi ke Inter Governmental Group on Indonesia (IGGI), yang anggota-anggota intinya adalah negara Amerika Serikat, Kanada, Eropa, Australia, serta World Bank dan IMF (International Monetery Fund). Lagi-lagi komplotan Zionis Internasional.

Siapa kira, hanya berselang 38 tahun setelah “perjanjian iblis” antara Mafia Berkeley-nya Orde Baru dengan dunia imperialisme Barat, di pertengahan tahun 2005 Indonesia telah mengalami kelangkaan bahan bakar minyak (BBM). Walau Menteri Sumber Daya minyak Purnomo Yusgiantoro berkilah jika kelangkaan minyak lebih disebabkan terhambatnya proses distribusi Pertamina, namun faktanya, di sejumlah SPBU di Jakarta awal Juli 2005 telah mengalami defisit stock premium.

Data dari beberapa sumber yang bisa dipercaya mengungkapkan jika cadangan potensial minyak bumi Indonesia saat ini telah jauh berkurang dan tinggal untuk beberapa tahun lagi. Cadangan minyak bumi Indonesia diperkirakan akan habis tahun 2015, cadangan gas bumi sampai 2035, dan cadangan batubara hanya sampai tahun 2055. Krisis energi pada gilirannya akan menjadi kudeta energi dan national krisis yang sesungguhnya, yang didahului oleh krisis keimanan, krisis nurani, dan krisis akidah, di mana yang haram dijadikan halal dengan berbagai istilah dan pembenaran sehingga seolah-olah boleh dalam kacamata syariat.

Namun nurani yang bersih akan tetap bisa memilah, mana yang halal dan mana yang sesungguhnya haram namun “dihalalkan”. Mana yang berjuang menghidupi Islam, dan mana yang menumpang hidup dari Islam (baca: menunggangi umat).(bersambung/rd)

Categories: Artikel BaCaAn!

Secret Ericsson Codes

September 4, 2008 · Leave a Comment

IMEI number *#06#
Software Version ->*<-<-*<-*
Lock Status  <-**<-
Shortcut to last dialed number 0#
Messages Reports :

Place *0# at the beginning of the sms.
Left Arrow, shortcut button
Right Arrow phonebook button

Fake PIN lock: *#05# (just click no to exit)

Categories: Uncategorized