Saya Belum Bisa Memahami Sertifikasi Guru…

Sebagai seorang guru kerapkali dianggap mapan. Seperti saudara saya yang dari anggota TNI bilang enak ya jadi guru, dapat sertifikasi, gajinya dobel, bla-bla-bla…. Beeuuuhh… aneh-aneh saja, tidak semudah mereka (TNI-POLRI) ternyata yang langsung dapet remunerasi. Guru melalui banyak proses, tahapan dan antrian yang bisa dibilang rumiiit… Entahlah sejauh ini kesan saya sertifikasi guru koq hanya urusan tunjangan, bukan mengejar kualitas profesionalisme. Agghhh jujur saja saya belum bisa memahaminya…

  1. Alasan seseorang bersertifikat itu sebenarnya apa?
  2. Apakah jika tidak bersertifikat, tidak boleh mengajar?
  3. Apakah nantinya ada penjenjangan, kategori A, Kategori B,  dst…
  4. Apakah ada batasan waktu kadaluarsa sertifikat tersebut?

Kata profesionalisme pendidik memang menjadi kata sakti disini. Dengannya sesorang diukur kompetensinya dalam menjalankan tugas sebagai pendidik. Beberapa tahun yang lalu rekan saya ada yang di Uji kompetensinya, dan lolos bahkan mempunyai peringkat teratas sekabupaten. Tetapi sampai saat ini beliau belum mendapatkan itu tunjangan sertifikasi. Hal ini dikarenakan umur yang masih muda, jadi kalah sama yang tua-tua padahal dari segi kompetensi tidak diragukan lagi. Jadi pilih mana orang muda dengan kemampuan tidak diragukan, atau orang tua yang susah mengikuti perkembangan?

Saat ini Indonesia masih kekurangan guru, padahal guru yang bersertifikat belum banyak. Tidak mungkin melarang guru yang belum bersertifikat berhenti ngajar. Jadi jelas pendidikan kita belum meningkat mutunya, karena yang bersertifikat belum banyak, jadi mengajarnya banyak yang belum profesional. Parahnya yang bersertifikatpun banyak yang asal-asalan, ini fakta dilapangan lho…:mrgreen:

Pengalaman rekan-rekan yang sudah mengikuti proses sertifikasi tidak serta-merta lolos begitu saja. Mungkin ada persyaratan nilai minimum yang harus diperoleh tetapi belum dipenuhinya saya jadi kasihan. Apalagi sudah melihat usia sudah tua, harus bolak balik tes di luar propinsi lagi… Alangkah lebih bijak jika sertifikasi dibuat sesuai kategori saja. Misal Kategori tertinggi A, mendapat tunjangan 100% gaji pokok. Kemudian kategori B, 75% gaji pokok, dst. Jadi satu sisi untuk menghargai para guru yang sudah lama mengabdi, sekaligus untuk menghemat anggaran negara.

Maintenance dari keprofesionalianan para pendidik harus ada. Jadi jangan asal lepas begitu saja, tanpa melihat kondisi di lapangan. Apakah dengan tunjangan sertifikasi yang diberikan mampu meningkatkan mutu pendidikan atau tidak. Ataukah hanya meningkatkan kesejahteraan pendidik saja tanpa ada imbas dalam mutu pendidikannya. Kemudian perlu ada upaya pertanggungjawaban tiap tahunnya, dan kalo perlu diberi batas waktu masa berlaku sertifikatnya. Karena bukan tidak mungkin setelah memperoleh tambahan penghasilan malah kerjaan menjadi tidak beres, sering pergi keluar tidak mengajar dsb. Setelah 3 tahun atau 4 tahun di uji lagi kelayaknnya… Jadi guru akan terus terpacu meningkatkan profesionlismenya…

Demikian dulu, unek-unek saya,, semoga berguna…😀

Tag:, , ,

About LintangSelatan

Hanya orang biasa yang terus belajar dan mencoba memperbaiki diri...

3 responses to “Saya Belum Bisa Memahami Sertifikasi Guru…”

  1. tawelgnapmun says :

    iku konspirasi pak lek… koyo S.O.P, sertifikasi opo lah, iku lah, , iki lah… mung marai megahi.. kwkwkw… koyo TOEFL kui.. wes jan…. dunyo2.. tp nek d telusuri enek seng janggal… aq wae ket seprene isih rung sreg karo model2 sertifikasi… mbien ra sreg karo test psikologi.. tak telusuri jebul e tenan… MAster Guru psikology ternyata orang atheiss… wkkwkw …

    wes ah..😀

    • LintangSelatan says :

      Wah ono simbah ki…:mrgreen:
      Konspirasi opo meneh… nek dirunut sejarah lahirnya sertipikasi ini. Sebenere pancen perjuangan PGRI ki mung kepingin mundake “derajat” “tunjangan” guru.. Ning ono sing nggondheli, dadi ndadak di kei syarat werno-werno…😀
      Lha,, nek koyo Sertifikasi CISCO, Redhat ngono opo yo konspirasi mbah??

      • tawelgnapmun says :

        hehe… mung palingo koq mbah..

        oo ngono.. tp saiki kan model e ngono mbah, opo2 kudu enek sertipikat… jan sakjane cen saiki kiblat e kan western …

        jelas konspirasi mbah.. duit e ra nguwat i hahaahha….
        satu exam paling murah 3jt saiki ketok e nek CCNA .. mbuh ra ruh.. aq durung pernah njupuk exam2 cisco, rhce, dll .. masalah e ngko ndadak perpnjang… duit e metu terus… nah iki lho mbah seng isih tak raguni **konpirasi??* .. hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: