Arsip | Linux RSS for this section

Merubah Repositori LinuxMint Debian ke Repo Lokal… :D

Setelah menggunakan Linux proses update Software pun berubah. Kalo pake windows nunggu kopian master program terbaru, bisa dari donlotan, ngopi temen ato bonus majalah komputer yang banyak beredar. Frekwensinya tidak begitu sering, setahun belum tentu ada upgrade.

Kali ini saya menggunakan LinuxMint Debian Edition, jadi mau tidak mau sering banget upgradenya. Katanya ini jenis Rolling Release distro, jadi setiap saat bisa dikatakan akan selalu terbaharui. Nah permasalahannya kalo internetnya bukan kelas dewa, tentu ini jadi permasalahan.

Untuk mengantisipasi ini salah satu solusinya adalah merubah repository ke repo lokal. Ada banyak repo lokal debian di Indonesia. Awalnya saya merubah ke KambingUI tapi setelah di apdet ada beberapa file yg tidak terdownload. Kemudian saya pindah ke RepoUGM alhamdulillah berhasil melakukan apgret. Selain tidak ada yang gagal, kecepatannya pun lebih kenceng. Mungkin ini pengaruh lokasi saya di pelosok Kebumen.

Adapun cara merubah repository adalah sebagai berikut:

buka terminal, ketikkan perintah

sudo gedit /etc/apt/source.list

Kemudian tambahkan repositori dari UGM ini ke dalam list tersebut.

deb http://repo.ugm.ac.id/debian testing main non-free contrib
deb-src http://repo.ugm.ac.id/debian testing main non-free contrib

untuk repo lain sebaiknya jangan dihapus, kalo tidak dipake lebih baik beri # pagar didepannya, sehingga kalo suatu saat akan dipake tinggal di buang # pagarnya :mrgreen:

Kalo sudah tinggal disimpan, tutup dan jalankan perintah apdetnya…

sudo apt-get update

sudo apt-get upgrade

Oke selanjutnya tinggal tunggu proses upgradenya, waktunya tergantung seberapa banyak aplikasi yang di upgrade… 😀

Setting Koneksi Internet Modem Sierra 881u pada OpenSUSE 12.1 dengan wvdial….

Well tahun 2012 ini belum ada posting baru rupanya. Baiklah kali ini ane mau nulis tentang setting modem gsm jadul yang masih setia menemani.. Sierra 881u pada Linux OpenSUSE 12.1. Secara default OpenSUSE 12.1 sudah menyertakan wvdial didalamnya, jadi tidak perlu install lagi. Kita tinggal atur saja konfigurasinya. Awalnya ane nyalin konfig dari Crunchbang yang sukses juga dipake di Ubuntu dan keturunannya. Tetapi ternyata kali ini lain cerita.. 😉 Baca Lanjutannya…

Sosialisasi FOSS dan Perangkat Lunak Legal di Kabupaten Kebumen – Reportase Singkat

Pembicara Sesi 1 : Pancat - RAI Ageng - Amin N

Seperti saya sampaikan pada artikel sebelumnya, FOLK diundang dalam acara Sosialisasi FOSS dan Perangkat Lunak Legal di Kabupaten Kebumen. Seperti dugaan saya yang namanya sosialisasi tentu mengundang masa yang banyak. Dan benar memang bukan hanya 25 peserta seperti lampiran surat undangan yang diterima FOLK. Ada 150 peserta yang hadir mewakili berbagai Muspida, SKPD, Instansi Vertikal, Sekolah, dan Pers.

Acara ini diselenggarakan untuk mengingatkan kembali tentang Surat Edaran Menpan no SE/01/M.PAN/03/2009 tentang Pemanfaatan Perangkat Lunak Legal dan Open Source Software (OSS). Walaupun boleh dikatakan cukup terlambat akan tetapi masih ada waktu untuk melakukan perubahan. Setelah sebelumnya pada bulan Mei 2009 telah mengadakan TOT pemanfaatan FOSS.

Pada sesi pertama disampaikan materi tentang FOSS Pilihan Utama Software Legal oleh Bapak Pancat Setyantana dari Kemkominfo. Dijelaskan oleh beliau mengapa pemerintah harus menggunakan FOSS antara lain dapat menghemat biaya, menghemat devisa, membuka lapangan kerja, meningkatkan kreatifitas lokal, serta yang lebih penting adalah menjaga keamanan data dan bebas dari ketergantungan.

Dilanjutkan oleh Kepala Dinas Informkomtel R.A.I Ageng Sulistyo Handoko, S.I.P dengan materi tentang Kebijakan dan Pendekatan Penggunaan FOSS dan Perangkat Lunak Legal. Yang terakhir di sesi pertama adalah dari Kabag Hukum Setda Kebumen Bapak Amin Rahmanurrasjid, S.H, M.H dengan tema Legalitas Hukum Pemanfaatan Perangkat Lunak Legal Sesuai UU Hak Cipta.

Acara yang dimoderatori oleh Mas Moh Natsir, SH ini cukup meriah dibuktikan dengan antusiasme audiens memberikan pertanyaan kepada narasumber. Seperti Bapak Budi dari SMA N 1 Gombong, menayakan kalau perlu migrasi FOSS ini dibuat seperti halnya konversi dari minyak tanah ke gas jadi benar-benar terlaksana. Bagaimana menurut anda..?

Pembicar Sesi Dua: Anggy, Yulianto dan Moderator Moh Natsir

Dilanjutkan sesi kedua setelah istirahat makan sholat oleh Tim FOSS Kebumen Bapak Yulianto, dengan tema FOSS untuk Rakyat. Dijelaskan oleh beliau bahwa masyarakat perlu menyadari bahwa komputer bukan hanya perangkat keras tetapi masih ada perangkat lunak dan pengguna. Kedua hal terakhir ini masih sering dilupakan, padahal inilah yang paling mahal. Nah FOSS mampu menekan biaya pembelian dan memaksimalkan pengembangan sumber daya manusia (brainware). Jadi masyarakat sangat diuntungkan dengan FOSS ini.

Anggy Nur Fadhilah aka. Nubitux

Pembicara terakhir adalah dari FOLK yang diwakili oleh Bapak Anggy Nur Fadhilah. Tampil disesi terakhir membuat bapak belum beranak ini (nikah aja belom) tampil beda. Dengan mengenakan kaos oblong debian beliau menyampaikan materi dengan energik dengan berdiri di atas panggung. Materi yang dibawakan adalah Perangkat Lunak Berpemilik. Mantapb gan… (applause)

Capek ngetik, dah malem juga nih. Sekian dulu reportasenya. Mohon maaf apabila ada salah-salah kata, maklum baru belajar nulis. Berikut adalah kutipan status Fesbuk Arie Nugroho selaku Ketua FOLK: “Smoga ada hasil yg signifikan stlh tahap sosialisasi FOSS ini…Pejabat Pemkab terkait ayo contohin masyarakat menggunakan FOSS..jangan yg bajakan dong!!! Malu sama kabupaten lain yg udah Go Opensource…”. Silahkan sampaikan komentar dan saran anda untuk pegembangan FOSS. Semoga bermanfaat. Monggo dikomeng…

Bonus: Pemberian Doorprize…

Alhamdulillah dari FOLK berhak membawa pulang 3 buah doorprize. hihii

Malu-malu kenapa ya, adakah indikasi *ah*?? wkwkwk

FOLK mendapat undangan Sosialisasi FOSS dan Perangkat Lunak Legal

Sekedar Ilustrasi

Setelah cukup  lama absen dari acara besar.. Kali ini FOLK (Forum Linux Kebumen) mendapat undangan untuk mengikuti acara Sosialisasi FOSS dan Perangkat Lunak Legal yang diselenggarakan oleh Dinas Informasi Komunikasi dan Telematika Pemda Kab. Kebumen. Acara akan digelar di Gedung Haji Jl. Veteran Kebumen. Pada hari Selasa, 31 Mei 2011.

Melihat daftar peserta yang diundang pada acara ini, tampaknya memang sangat terbatas. Dari lampiran yang ada hanya diundang satu orang staff yang menangani IT dari masing-masing instansi. Instansi yang diundang antara lain; Kejaksaan, Polres, Pengadilan, Kantor Kementrian Agama, BPS, BPN, dan KODIM Kab. Kebumen. Selain itu wartawan dari media cetak dan elektronik lokal. Serta BUMD di lingkungan Kab. Kebumen. Ditambah dari perwakilan komunitas FOLK, total hanya 25 orang saja.

Wah, menarik dicermati disini adalah Dinas dibawah Pemda sendiri apakah tidak diikutsertakan? Sepengetahuan saya masih ada Dinas PKAD (keuangan), BKD (kepegawaian), Disparbud (pariwisata), Dikpora (pendidikan), Dinkes (kesehatan). Apakah mereka tidak ikut diberi sosialisasi? Saya kira merekalah pengguna terbanyak dari berbagai perangkat lunak komputer. Semoga saja hanya beda waktu dan kesempatan saja.

Sayangnya dalam surat resminya ini tidak diberi keterangan materi dan pengisi acara lengkapnya jadi tidak bisa memperkirakan akan sejauh mana efektifitas sosialisasi nanti. Apakah hanya sekedar mengingatkan SE Menpan, ataukah ada hal strategis yang perlu dilaksanakan. Oke baiklah sekian dulu infonya, disambung reportase nanti setelah acara. Semoga bermanfaat…

Merubah Lay Out Keyboard Crunchbang Linux!

Sudah sebulan ga nulis apapun di blog cupu ini. Padahal ada saja yang nyasar mengunjungi blog ini. Sebagai tanggung jawab moral, perlu kiranya saya update ini blog. Oke kali ini saya mau memasukan catatan lama saya tentang merubah lay out keyboard pada Distro Linux Crunchbang!

Ada yang aneh ketika akan menulis alamat email pertama kali di desktop crunchbang. pasalnya saia selalu salah memasukan simbol @ yang biasa terletak bersama angka 2 berubah menjadi simbol ” (petik dua). Saya coba lakukan pemeriksaan dengan mencoba mencetin satu-persatu semua tombol di papan ketik sehingga dapat saya temukan simbol @ berada di tombol “. jadi kesimpulannya tertukar to. Trus gimana cara mengembalikkannya??? Baca Lanjutannya…

Memonitor dan Menghemat Baterai Notebook dengan PowerTop

Jika anda pengguna notebook dan merasa ketahanan baterai semakin menurun, ada baiknya mencoba aplikasi ini. Aplikasi yang berjalan pada sistem operasi Linux ini ditujukan bagi pengguna processor Intel, maklum Powertop dikembangkan oleh Intel. Jadi bagi pengguna notebook atau netbook berbasis Intel Processor sangat cocok untuk dicoba.

Pertamax mari kita pasang aplikasi ini. Dalam hal ini saia menggunakan Crunchbang Linux yang berbasis Debian jadi dapat diterapkan pada distro keturunan debian lainnya. Buka terminal kesayangan anda, kemudian ketik perintah:

$ sudo apt-get install powertop

selanjutnya tunggu proses download yang singkat, maklum ga sampe 100 kB ukurannya sih ;p

Keduax, setelah terpasang, jalankan aplikasi powertop ini dengan menggunakan hak akses root. Masih dari terminal ketikkan perintah:

$ sudo powertop

Akan tampak tampilan aplikasi powertop sebagai berikut:

Tampilan Aplikasi PowerTop Pada Crunchbang Linux

Dari analisa aplikasi powertop ini akan menujukkan aplikasi apa saja yang menggunakan daya paling banyak sampe yang kecil. Dengan begitu anda dapat memilih aplikasi mana yang sebenarnya anda tidak butuhkan dapat anda matikan. Sehingga daya tahan baterai notebook anda bisa diperpanjang. Kelebihan aplikasi ini juga memberikan saran hal apa yang dapat kita lakukan untuk meningkatkan perfoma baterai notebook.

Demikian sedikit yang bisa saia infokan. Aplikasi lama sih, tapi ternyata masih cukup berguna. Semoga bermanfaat. Apabila ada aplikasi lain yang lebih oke, silahkan diinfokan juga disini. Saya persilahkan, monggo dikomeng… ;D

Memilih dan memasang distro Linux buat Netbook: Archbang Vs Crunchbang…!

Pada saat melakukan pemilihan distro apa yang cocok buat netbuk saya coba mempelajari apa saja kelebihan dan kekurangan masing-masing distro. saya mencari berbagai artikel di internet, kemudian bertanya kepada pengguna yang  saya kenal.

Dari beberapa hal yang saya temukan dapat saya ambil kesimpulan sebagai berikut:

Tampilan

Kedua distro ini sama-sama menggunkan openbox sebagai desktop environmentnya. efeknya terasa ringan terutama untuk mesin sekelas netbuk. saia merasakan kecepatan yang signifikan ketika menggunakan ubuntu dengan gnome butuh waktu lama untuk booting maupun mbuka aplikasi. tetapi di cukup sekejap saja untuk melakukan hal yang sama. Baca Lanjutannya…